POJOK BELANJA

Showing posts with label Cerpen. Show all posts
Showing posts with label Cerpen. Show all posts

Tuesday, March 1, 2016

Perjalanan Ajaib II

            “Orang ini telah bekerja keras seharian!” Pria itu menjelaskan. “Sebelum tidur ia berniat untuk bangun malam dan melaksanakan shalat Tahajud. Tapi karena ia begitu lelah, Allah mengizinkan ia untuk tetap tidur.”
            “Oh, sayang sekali! Pasti keinginannya tidak akan terwujud!” Imam menggeleng-geleng kasihan.
           “Begitukah menurutmu?” Pria itu tersenyum penuh misteri, membuat Imam bertanya-tanya dalam hati. “Pernahkah kau mendengar bahwa Allah juga dikenal dengan nama Al ‘Aliim? Artinya Yang Maha Mengetahui. Meskipun, ia hanya memendamnya dalam hati, Allah mengetahuinya.”
            “Lalu apa yang diinginkannya?” Imam semakin penasaran.
gambar dari google

Sunday, February 28, 2016

Perjalanan Ajaib Part 1

Malam itu Imam terbangun tiba-tiba. Sesosok pria berjubah putih panjang mendatangi kamar dan membuatnya membuka mata dengan terkejut. “Oh! Siapakah ia?” Imam bertanya dalam hati.
            “Jangan takut!” katanya. “Aku bukan makhluk jahat. Aku kemari karena ingin mengajakmu berjalan-jalan.”
                   “Kemana?” Akhirnya Imam bisa menggerakan lidahnya yang kelu.
              “Nanti kau akan tahu!” Pria itu tersenyum, mengulurkan tangannya. “Peganglah tanganku!”
Ragu-ragu Imam menyambut tangannya.
Zlrrp!
Tahu-tahu Imam sudah terbang di atas rumahnya. Makin lama rumahnya semakin mengecil dan menjauh. Imam merasa pusing.

Monday, December 14, 2015

Doa Yang Menyelamatkan Tina

Brakk!
Tina terpelanting menabrak ujung trotoar. Rasanya sakit tak tertahankan. Suara mendecit dan suara ribut di sekelilingnya terdengar ramai, lalu pelan-pelan menghilang bersamaan dengan dunia yang menggelap.
**
Rasa sakit menggerayangi kakinya yang digips. Tina mengeluh. Ia menangis di kasurnya. Terapi berjalan yang baru ia selesaikan membuat semua tubuhnya terasa sakit. Hingga ke hatinya. Dunia tak akan sama lagi baginya. Pun andai ia nanti bisa berjalan lagi, kakinya tak kan secantik dulu. Tak kan bisa berlari sekencang dulu. Atau melompat setinggi dulu. Menurut Tina, dunianya sudah berakhir sampai di sini.

Thursday, November 12, 2015

Adik Bayi Auryn

Auryn baru punya adik bayi.        
“Dia lucu kan?” Mama berkata padanya. “Kata orang mirip denganmu. Lihat hidungnya sama mancung. Dan kalau tertawa ia juga punya lesung pipi sepertimu!”
Auryn hanya manyun-manyun karena iri. Sejak adik bayi itu lahir, Mama lebih sering bersama adik bayi. Ia lebih sering dimarahi. Apa-apa tidak boleh. Auryn jadi tak suka. Ia sebel sama adik bayi.

**

Auryn mengeluh pada Nona Mitten yang selalu rajin menjilati bulu-bulu kuningnya. Saat itu, ia sedang berbaring di sofa sambil membersihkan bulunya.
            “Adik? Hmmm…aku dulu punya banyak. Ibuku selalu punya adik bayi setiap beberapa bulan. Dan selalu banyak.”